Selasa, 17 Desember 2013

Buku Mikiran Yayat Sudah Hadir Di Hadapan Irung Anda!

Buku "Mikiran Yayat" sudah hadir di hadapan irung anda semua!  Dapatkan segera bukunya di toko beas terdekat di lembur Anda..

Kamis, 28 November 2013

Politik : Politik Pencitraan Marak Menjelang Pemilu

Mengamankan baliho caleg
Seorang anggota panitia pengawas pemilu (Panwaslu) tampak sedang mengamankan baligo caleg

Simak berita lengkapnya di buku Mikiran Yayat!

Selasa, 12 November 2013

Ekonomi & Bisnis : Prospek Bisnis Batu Ali Cerah

Jasa mengasah batu
Jasa mengasah batu kian dibutuhkan oleh para kolektor batu ali. Tampak Edward The Scissorhand – seorang kolektor batu ali sedang menunggu batu ali yang tengah diasah di Jalan Pungkur Bandung. Selain mengasah batu, Edward juga suka sakalian mengasah tangannya biar tidak mintul

Simak berita lengkapnya di Buku "Mikiran Yayat" yang akan segera hadir di hadapan irung Anda  

Rabu, 30 Oktober 2013

Bandung Raya : Rambo Jualan Peuyeum Di Cihampelas

Rambo Nawaran Peuyeum Di Cihampelas
Selain menjual jeans, Rambo juga kerap menawarkan oleh – oleh khas Bandung - peuyeum, kepada wisatawan yang berkunjung ke Cihampelas.

Simak berita lengkapnya di Buku "Mikiran Yayat" yang akan segera hadir di hadapan irung Anda 

Selasa, 16 Juli 2013

Sepakbola : Terus dielu-elukan penonton Gelora Bung Karno, Podolski mengaku jadi terpancing

Jakarta, Mikiran Yayat
Meski tim Arsenal mampu menghajar tim Indonesia Dream Team dengan skor telak 0 - 7, namun hal ini tidak lantas membuat Lukas Podolski senang. Striker kenamaan Arsenal berkewarganegaraan Jerman mengaku gundah- gulana jeung elekesekeng sepanjang pertandingan. Meski baru masuk lapangan di paruh babak kedua, Podolski mampu melesakan gol ke gawang Kurnia Meiga pada menit 82. Podolski mengungkapkan kegundahannya kepada wartawan Mikiran Yayat dalam wawancara kheuseus di depan WC umum Stadion Gelora Bung Karno. Hanya kepada wartawan Mikiran Yayat (edan teu?), bukan kepada wartawan lain karena wartawan lain teu kuateun ngawawancara bari bau hangseur. Berikut kami sajikan hasil wawancaranya untuk membuka mata anda. Tapi kami ingatkan jangan sampai membuka irung anda :

Mikiran Yayat (MY) : Guten abend Podolski, Bagaimana kesan anda dengan pertandingan malam ini?
Podolski (Podols) : Soal hasil pertandingan saya puas. Kami bermain baik sepanjang pertandingan. Hanya ada satu kejadian yang mengganjal di hati saya.
MY : Mengapa mengganjal di hati?
Podols : Karena kalau mengganjal di tanjakan nagreg berarti kuring supir treuk nu ngangkutan keusik ti Galunggung. Yang pasti kuring mah asa teu geunah cicing jeung teu geunah beuteung salila pertandingan
MY : Mengapa teu ngeunah beuteung?
Podols: Teu ngeunah beuteung pedah disurakan wae ku penonton. Tiap menggiring bola penonton seisi stadion nyurakan “Podol..Podol..”. Akibatnya saya jadi kehilangan konsentrasi. Saya jadi kepikiran terus hayang nagog. Kalau sudah begitu borora'ah hayang lumpat. Langkah jadi asa bareurat. Saya jadi tidak berani melepaskan tendangan. Takut kalau - kalau itu yang sudah mencuat di wilayah pendudukan ikut kelepasan..
MY : Mengapa hayang nagog?
Podols: Nagog di tengah lapang adalah hal yang aib bagi pemain yang berposisi penyerang lubang seperti saya. Staminanya terlihat tidak prima. Tapi mau bagaimana lagi, karena lubang Podolski sudah empod-empodan
MY : Mengapa Podolski empod-empodan?
Podols : Sejak kecil saya saya sudah dipanggil Jang Empod oleh teman main saya. Karena kalau lumpat suka empod-empodan. Tapi itu ada berkahnya. Orang yang lumpatnya empod-empodan katanya menyimpan daya ledak tinggi. Sebenarnya risih juga sih punya nama Podolski. Karena Podolski berkonotasi tidak harum namanya. Saya ingin punya nama seperti Ibu Kita Kartini yang harum namanya.
MY : Mengapa Podolski tidak harum?
Podols: Kalau di Jerman Podolski selalu dikaitkan dengan hal yang berdaya ledak tinggi. Karena itu saya cocok jadi striker, posisi yang butuh daya ledak , bomber alias tukang ngebom. Tapi nama Podolski masih lebih uyuhan daripada Podolskeun. Kalau Podolskeun lebih tidak harum lagi namanya. Menurut Feng Shui malah diramalkan bakal sering kababayan. Saya tidak mau keseringan kababayan.
MY : Mengapa tidak mau sering kababayan?
Podols: Karena kalau keseringan kababayan adalah cikal bakal dari osok kaburusutan.
MY : Mengapa kaburusutan?
Podols: Karena kaburusutan itu seperti rem yang blong. Meluncur bebas hambatan. Seperti tim Indonesia di pertandingan tadi yang kaburusutan tujuh gol tanpa balas. Biar saya cuman mencetak satu gol tapi nyatanya Indonesia kaburusutan tujuh gol.
MY : Mengapa cuman mencetak satu gol?
Podols: Bikin satu gol wae geus dipodol-podol komo deui nyieun sapuluh gol. Teuing podolna siga kumaha! Karunya tim Indonesia..
MY : Mengapa karunya?
Podols: Karena beuki pakburusut! Mun embung kaburusutan, Tim Indonesia kudu nyakuan batu asahan pas maen melawan Arsenal.
MY : Mengapa teu nyakuan batu asahan?
Podols: Itu kesalahan pelatih meracik strategi. Pemain harusnya jangan cuman dilatih menahan laju pemain lawan. Tapi harus dibekali teknik menahan laju yang sudah merengseng kayak gini. Kalau nyakuan batu asahan ceritanya mungkin akan lain.
MY : Mengapa ceritanya akan lain?
Podols: Karena batu asahan rek dibaledogkeun ka hulu maneh!
MY : Mengapa dibaledogkeun ka sirah kuring?
Podols: Karena maneh tunya-tanya wae sedengkeun kuring geus teu kuat hayang geura-geura cingogo di cai. Sieun kaburu ngaburusut..
MY : Naha teu ngajak-ngajak?
Podols: Emangna kuring rek ngajak silaing darmawisata ka Karang Nini?
MY : Mengapa nini aya karangan?
Podols: Sabab eta si nini ngarana Elvi Sukaesih
MY : Naha si nini ngarana lain Nini Carlina?
Podols: Sabab carogena lain Mas Joko Ta'u'u
MY : Naha Mas Joko make ta'u'u'
Podol : Mun Mas Joko ta'e'e' mah ngadadak jadi teu ngeunah aambeuan
MY : Naha nya ngadadak jadi teu ngeunah aambeuan kieu?
Podol : Nya ceuk urang oge .. Maneh mah ah....jadi weh kuring nu pakburusut!

Ekspresi Podolski
Ekspresi kemenangan Podolski setelah keluar dari WC umum. Disurakan dipodol-podol oleh penonton seisi Stadion Senayan, Podolski mengaku terpancing. “Jadi terpancing hayang nagog di WC”, jawab Podolski dengan raut wajah yang lega.


Kamis, 23 Mei 2013

Transportasi : Travel Cipagentos Buka Layanan “ Pergi tak dijemput – Pulang tak diantar”

Bandung, Mikiran Yayat

Demi meningkatkan pelayanan kepada para penumpang, terutama penumpang dari dunia lain, Travel Cipagentos membuka layanan “Pergi tak dijemput – Pulang tak diantar”. Rute ini dibuka untuk para penumpang yang tak punya tujuan jelas. Hari Panca, manajer pemasaran Cipagentos untuk layanan “Pergi tak dijemput – Pulang tak diantar” menjelaskan, layanan ini dibuka untuk merespon semakin tingginya animo para penumpang dunya lain menggunakan kendaraan umum untuk bepergian. “ Saya suka mendengar cerita ada supir travel Cipagentos yang suka dicegat kuntil di KM 97. Ada supir angkot Majalaya yang suka dicegat pocong di sekitar Bojongsoang. Ada juga tukang ojeg yang suka TIBA..TIBA.... (reuwas aing .. - red) motornya jadi asa beurat tiap ngaliwat ka kebon awi sanajan geus make RX King yang sudah terkenal sebagai motor garong . Ini menunjukan rute ini ada pangsa pasarnya. Jurig juga butuh kendaraan buat bepergian biar teu cape hiber jeung aclok-aclokan..” ujar Hari Panca.



Untuk tahap percobaan, travel Cipagentos akan membuka rute Jeruk Purut – Jembatan Ancol via terowongan Casablanca. Hari Panca optimis rute ini akan diminati penumpang dunya lain. Karena berdasarkan pengamatan mata gaib bersama Soleh Patil si pelukis hantu, rute ini termasuk punya traffic lalu lintas jurig yang tinggi. Soleh Patil yang pernah belajar menggambar dari Pa Tino Sidin ini bahkan sering melukis di sekitaran rute ini. “Lumayan, banyak makhluk astral disekitar sana” kata Soleh Patil sambil terus mencorat-coret kuas ke kanvas dengan mata ditutup kain hitam. “Tapi ngomong-ngomong makhluk astral, saya juga butuh ashtray keur miceun calacah roko yang saya seuseup..” lanjut Soleh. Hari Panca membenarkan pernyataan Soleh. Namun dia tidak membenarkan tindakan Soleh Patil yang terus mencurat-coret kuasnya dengan mata tertutup. “ Cik sakali - kali mah tingali atuh. Eta koas teh geus malaweung curat-coret dina hulu urang..” kata Hari Panca semu sewot sambil mengelap sirah lenangnya yang sudah berwarna-warni siga peremen kojek.



Mengantisipasi semakin ramainya rute ini, travel Cipagentos sudah berencana merekrut banyak tenaga pengemudi. “Lowongan sudah dibuka, namun sampai saat ini belum ada yang mau melamar jadi supir. Naha beut hese-hese teuing neangan supir keur ngangkutan jurig mah..” kata Hari Panca rada putus asa. Sementara ini mobil travel dijalankan oleh mereka berdua. “ Soleh Patil yang jadi supir, sedangkan saya jadi keneknya” kata Hari Panca lagi. Ternyata disupiri Soleh Patil banyak kendalanya. Soleh sering kena tilang di jalan raya. “Ini karena Soleh Patil tidak bisa membuang kebiasaannya menyetir dengan mata ditutup kain hitam. Nya pantes tiap pa-amprok jeung polisi langsung disemprit..” lanjut Hari Panca lagi kali ini sambil gagaro sirah. Kendala lainnya banyak penumpangnya yang susah diatur dan enggan bayar ongkos. “ Nu rudet mah mun mobil geus katumpakan tuyul. Geus mah tara daek mayar tuyul teh embung dilahun. Padahal geus mah leutik, tuyul mah paling ceuyah loba duitna. Mun teu mayar ku kuring dibejakeun ka si Kentung siah.. Ngerti ora son??” ancamnya.



Meski banyak kendala, namun Hari Panca yakin rute ini akan punya prospek cerah. Sebagai antisipasi kalau penumpang kosong, Hari pun tak menolak jika ada orang yang ingin menumpang di mobil travelnya. Namun penumpang harus mau menerima resiko sering tertukar barang bawaannya kalau naik travel ini. “Namanya juga Cipagentos Travel, nya wajar we mun barang penumpang loba nu pagentos” ujar Hari. Pengalaman buruk dialami seorang penumpang asal Cililin yang membawa wajit satu kwintal tertukar dengan penumpang yang membawa kueh semprong satu keler. Namun ada juga penumpang yang beruntung. Seorang penumpang yang memakai sendal capit sewalow tidak sadar telah tertukar sandalnya dengan sendal Eiger. “Baru sadar setelah sampai rumah, sendal saya tertukar. Akhirnya saya jual pasang iklan di Tokogabus.com, lumayan ngabati 50rebu”. Ada pula penumpang yang tidak beruntung meski dari rumah sudah berniat untuk menukar yang dibawanya. Mang Ojo yang pergi bersama Bi Ijoh istrinya mengaku tidak beruntung. “Saya naek travel Cipagentos harapannya istri saya bisa tertukar sama Sopia Latcuba. Namun sayang sampai turun dari travel, istri saya angger sakieu-kieuna..” sesal Mang Ojo. Sementara itu Bi Ijoh yang berdiri disampingnya cuma bisa jamedud sambil nyiapkeun kelom keur nakol sirah Mang Ojo. 

Melambaikan tangan

Hari Panca, selaku manajer pemasaran Cipagentos Travel, melambaikan tangan saat ngetem di pool Cipagentos Lawang Sewu. “ Saya melambaikan tangan bukan menyerah karena sieun ku jurig. Saya menyerah nyaloan penumpang teu pinuh-pinuh. Geus sabulan mobil jalan euweuh muatan” katanya. Disinyalir armada Cipagentos yang sudah tua membuat sepi menumpang. Namun Hari Panca membantahnya. “ Jurig mah tara loba tuntutan. Dibere tangkal caringin oge dicicingan” sanggahnya



Jumat, 01 Februari 2013

Televisi : Sekuel drama Korea “Winter Soneta” akan segera ditayangkan

Seoul, Mikiran Yayat
Kabar baik bagi anda para penggemar drama Korea. Kabarnya “Winter Soneta” serial televisi korea terpopuler yang disiarkan tahun 2002 telah dibuat sekuelnya dan segera tayang di stasiun televisi kesayangan anda. Kerinduan pada akting bintang-bintang drama Korea seperti Park Yong Ha, Choi Ji Woo, Bae Yong Jun, Park Ji Sung, Ju Do Chun, Park Jo Bong/Kim Mon So, Park Kin Son, Lee Mon Tea, Ka Jeun Lah, Bae Wee Lah, akan segera terobati.

Winter Soneta telah mendapat tempat di hati para pemirsa televisi Korea juga di Indonesia. Bintang drama ini Park Yong Ha dan Bae Yong Jun telah membuat pemirsa yang orang Korea jadi Ka Yun Yun (bahasa Korea yang artinya tergila-gila). Akting menawan, wajah rupawan, adegan romantis, lokasi syuting endah kabina-bina, musik yang membuai, membuat pemirsanya Ka Lin Lap ( bahasa Korea yang artinya terkesima - red). Ditambah lagi alur cerita film Korea yang lamban namun nyieun panasaran. Sampai- sampai Suzanna yang semasa hidupnya penggemar drama ini ikut jadi penasaran. Demi menuntaskan episode terakhir dia rela jadi arwah penasaran yang gentayangan mencari channel Winter Soneta ditayangkan. Meski kabarnya channel tv yang dicari tak ketemu akibat parebut remote jeung si Sadako.


Popularitas Winter Soneta di Korea dan Indonesia menginspirasi produsernya untuk membuat sekuel drama ini dengan mengundang artis Indonesia menjadi bintang tamu. Artis Indonesia yang dipilih sebagai bintang tamu tentu saja siapa lagi kalau bukan sang mega bintang dangdut Rhoma Irama. Sebagai pentolan grup dangdut Soneta tentu saja karakter Rhoma cocok untuk berperan di Winter Soneta. Ditambah lagi sosok Rhoma sudah dikenal warga Korea. Kalau di Indonesia pemirsa mengenal Rhoma sebagai sosok yang ja-im jeung teugeug, tidak demikian halnya dengan warga Korea. Di Korea Rhoma disanjung dan dipuja. Di Korea tak ada yang berani ngekeak Rhoma Irama seperti di acara Mata Najwa. Disana Rhoma dikenal sebagai sosok artis yang ramah. Karena kepribadiannya yang ramah, warga Korea pun menjuluki Rhoma sebagai jelema So Me Ah.

Sinopsis
Cerita dimulai dari rencana perkawinan Oma (Oma Irama) dan Ani (Yatie Octavia) yang sudah lama pacaran, gagal, sejak kehadiran Ir. Dana (Kelly Kalyubi) diperkebunan milik ayah Ani (Hamid Arif). Ayah Ani tidak setuju dengan Oma karena kalau ngapel Oma selalu memakai calana cutbray. “Geus teu aptudet” begitu kata ayah Ani kepada Ani. Namun Ani tidak menyerah begitu saja. Ani langsung menghubungi Jung Yu-jin (Choi Ji Woo) yang merupakan rekanan bisnisnya dari Korea yang selalu mengimpor lalab dari perkebunan ayahnya Ani. Ani meminta Yu-Jin mengancam ayahnya akan menghentikan impor terong jeung surawung jika dia menghalangi Ani dan Oma. Namun ayahnya Ani tak gentar dengan ancamannya. Ayah Ani balik mengancam Yu-jin bahwa dia akan mengalihkan ekspor lalab kepada Kim Sang-Hyuk (Park Yong Ha) yang merupakan saingan Yu-jin sebagai pemasok lalab di Korea. Negosiasi alot pun terjadi. Ayahnya Ani menawarkan Yu -jin kontra bon pembayaran mundur lima bulan asal dia dibiarkan tetap pada pendiriannya tentang hubungan Oma dan Ani. Yu-jin menerima tawaran itu, dan tanpa sepengetahuan Ani dan ayahnya dia menawarkan lalab dari perkebunan ayahnya Ani kepada Sang-Hyuk dengan pembayaran giro mundur dua bulan. Oma yang mengetahui modus Yu-jin, melaporkan hal itu kepada ayahnya Ani. Ayahnya Ani menuding Yu-jin dan Sang-Hyuk bermain tidak fair, dan dia kini jadi berbalik mendukung Oma. Situasi ini tentu berpengaruh pada hubungan bisnis yang tidak sehat. Untuk memperbaiki keadaan, Yu-jin dan Sang-Hyuk meminta bantuan kepada pemimpin Korea Utara – Kim Jong Un. Karena hubungan Korea Selatan dan Utara yang bermusuhan, Jong Un tidak bersedia memberi bantuan pada Yu-jin/Sang-Hyuk. Akhirnya Yu-jin/Sang-Hyuk menawarkan cara penyelesaian masalah yang fair yaitu dengan menyelenggarakan pertandingan badminton antara Korea melawan Indonesia. Korea mengirimkan ganda putra dunia Park Jo Bong/Kim Mon So, sedangkan Indonesia mengirimkan Ricky Subagja/Rexy Mainaky. Pertandingan dimenangkan Ricky/Rexy dengan rubber set. Ayah Ani yang terlanjur bahagia melihat pasangan ganda Indonesia menang pun akhirnya merestui hubungan Ani dan Oma.

Lieur nya jalan caritana? Keun bae ah da ngarana oge pilem...


Bintang tamu 
Rhoma Irama terpilih menjadi bintang tamu serial drama Korea “Winter Soneta”. Para pemeran “Winter Soneta” berfoto bersama saat launching penayangan perdana. Rhoma menyatakan permintaaan maafnya karena belum sempat ganti kostum setelah lari pagi mengitari Seoul sampai Pyongyang




Muram Durja

Salah satu adegan “Winter Soneta” yang mengharukan adalah saat Oma (Rhoma Irama) yang bermuram durja saat hubungannya dengan Ani (Yatie Octavia) kandas. Oma menumpahkan gundah gulananya dengan mendendangkan lagu Ani. Namun pemimpin Korea Utara – Kim Jong Un - segera menghiburnya dengan menawarkan nuklir untuk mengebom pria yang merebut Ani dari Oma