Tampilkan postingan dengan label pssi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label pssi. Tampilkan semua postingan

Selasa, 15 Maret 2011

Sepakbola : Kisruh PSSI , Nurdin Halid akhirnya terjungkal

Zurich, Mikiran Yayat
Kisruh yang terus melanda kepengurusan PSSI membuat FIFA – induk federasi sepakbola internasional tidak tinggal diam.  Sepp Blatter – Presiden FIFA menegaskan dirinya akan menangani kisreuh yang telah membuat kupingnya ngahiung wae. Sepp Blatter mengaku dia sudah diperingatkan kakaknya yang bernama Sepp Sunandar Sunarya, jika kuping ngahiung  itu pertanda aya nu ngomongkeun. “Kata kakak saya, kalau kuping sebelah kanan yang ngahiung itu pertanda ada orang yang ngomongin kebaikan kita. Kalau yang ngahiung kuping sebelah kiri tandanya yang diomongin kejelekan kita.” Ketika ditanya wartawan Mikiran Yayat, bagaimana kalau kuping yang ngahiung itu kedua-duanya?  Sepp Blatter menjawab; ”Kalau ceuli ngahiung dua-duanya itu pertanda kudu gancang dipariksa ka dokter spesialis THT / dokter spesialis Telinga dan Handapeun Telinga.  Ada kemungkinan di telinga kirinya sudah mendet ticeuli, dan telinga kanannya sudah jadi sarang engang..”
Sepp Blatter menegaskan keputusannya untuk menangani kisruh PSSI ini bermula dari laporan yang disampaikan ketua KONI – Rita Subowo, yang ingin persoalan PSSI ini diselesaikan oleh FIFA sebagai induk organisasi sepakbola dunia. “ FIFA akan langsung menindaklanjuti laporan Rita Subowo. FIFA tak ingin dicap sebagai organisasi kuuleun”  kata Sepp Blatter . Namun dia menyayangkan mengapa permasalahan PSSI ini dilaporkan oleh ketua KONI Rita Subowo. “Tadinya saya berharap yang melapor itu Rita Sugiarto” ujar Sepp Blatter. “ Karena saya suka lagu ‘Zaenal’ dan lagu ‘Pacar Dunia Akherat’ yang dinyanyikan Rita Sugiarto. Seandainya Rita Sugiarto yang datang ke markas FIFA di Zurich, pasti akan saya siapkan panggung organ tunggal ..”  lanjutnya
Perkara panggung organ tunggal ini ternyata mendapat sanggahan dari kepala bidang kelistrikan FIFA yang bernama Sepp Sumantri. Menurut Sepp Sumantri tidak mungkin  panggung organ tunggal dibuat dalam waktu mendadak.
“ Membuat panggung  harus melapor dulu kepada PLN terdekat di Zurich untuk mengajukan permohonan nambah daya listrik. Kalau tidak lapor bisa saja nyolok langsung ka kabel  tihang listrik.  Namun cara itu selain beresiko tinggi, paling cuma bisa  nambah listrik 1000 watt. Buat masang lampu disko kelap-kelip jeung lampu buricak-burinong hungkul mah cukup, ngan suara speker pasti semberr..” kata Sepp Sumantri.  Pemain tamtam asli Zurich – Sepp Darsan pun mengamininya , “Betul, suara kecrekna moal kadangu ngerecess“ ujar Sepp Darsan yang tengah terlihat seurieus keur nyetem suara tamtam dalam nada dasar A minor.
Dikabarkan keputusan dalam sidang FIFA akan mengacu pada statuta FIFA pasal 32 ayat 4 yang menyatakan bahwa seseorang yang pernah terjerat masalah hukum tidak boleh menjabat sebagai ketua organisasi sepakbola. Hal ini memastikan Nurdin Halid akan terjungkal dari kursi kepemimpinan PSSI . Selain terjungkal, Nurdin juga dipastikan akan tigedebrus dan gatal-gatal dikarenakan kursi kepemimpinan PSSI selain sudah rapuh dimakan rayap juga busa di bagian joknya banyak ditemukan tumila.  Kalangan pengamat sepakbola dan produsen kursi mebel ukiran dari Jepara menilai sudah saatnya Nurdin Halid berbesar hati dan berbesar irung  untuk turun dari kursi kepemimpinan PSSI karena akan memudahkan tukang servis jok untuk memperbaikinya.
“Bahkan jika perlu busanya akan langsung dikirim dari Zurich” kata Sepp Dayat - ketua bidang pengadaan alat rumah tangga dan parabotan dapur FIFA .

Nurdin Halid Terjungkal
Ketua umum PSSI -  Nurdin Halid, terjungkal saat naik becak di pengkolan parapatan
toko Ek-Bouw Garut. Polisi masih menyelidiki penyebab terjadinya kecelakaan. Menurut
saksi mata, becak yang ditumpanginya oleng karena pecah ban dan rem blong. Namun
keterangan itu dibantah oleh Aep Dungdeng (42) sang pengemudi becak. Aep mengatakan
"Kalau soal rem blong mah masih bisa diatasi. Tinggal ditahan ku sendal jepit di ban beca
oge pasti ngerem pakem. Beca oleng soteh kusabab nu nyupirna oge keur oleng ku minuman
oplosan spirtus campur jus bako. Katambah kuring  keur kesel ka si Nurdin, maenya mayar
500 perak ti Singaparna nepi ka Garut masih nawar hayang salamet.." ujarnya dengan nada 
bicara yang keras semu hah-heh-hoh setelah ngabeca melewati tanjakan curam.