Tampilkan postingan dengan label podolski. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label podolski. Tampilkan semua postingan

Selasa, 16 Juli 2013

Sepakbola : Terus dielu-elukan penonton Gelora Bung Karno, Podolski mengaku jadi terpancing

Jakarta, Mikiran Yayat
Meski tim Arsenal mampu menghajar tim Indonesia Dream Team dengan skor telak 0 - 7, namun hal ini tidak lantas membuat Lukas Podolski senang. Striker kenamaan Arsenal berkewarganegaraan Jerman mengaku gundah- gulana jeung elekesekeng sepanjang pertandingan. Meski baru masuk lapangan di paruh babak kedua, Podolski mampu melesakan gol ke gawang Kurnia Meiga pada menit 82. Podolski mengungkapkan kegundahannya kepada wartawan Mikiran Yayat dalam wawancara kheuseus di depan WC umum Stadion Gelora Bung Karno. Hanya kepada wartawan Mikiran Yayat (edan teu?), bukan kepada wartawan lain karena wartawan lain teu kuateun ngawawancara bari bau hangseur. Berikut kami sajikan hasil wawancaranya untuk membuka mata anda. Tapi kami ingatkan jangan sampai membuka irung anda :

Mikiran Yayat (MY) : Guten abend Podolski, Bagaimana kesan anda dengan pertandingan malam ini?
Podolski (Podols) : Soal hasil pertandingan saya puas. Kami bermain baik sepanjang pertandingan. Hanya ada satu kejadian yang mengganjal di hati saya.
MY : Mengapa mengganjal di hati?
Podols : Karena kalau mengganjal di tanjakan nagreg berarti kuring supir treuk nu ngangkutan keusik ti Galunggung. Yang pasti kuring mah asa teu geunah cicing jeung teu geunah beuteung salila pertandingan
MY : Mengapa teu ngeunah beuteung?
Podols: Teu ngeunah beuteung pedah disurakan wae ku penonton. Tiap menggiring bola penonton seisi stadion nyurakan “Podol..Podol..”. Akibatnya saya jadi kehilangan konsentrasi. Saya jadi kepikiran terus hayang nagog. Kalau sudah begitu borora'ah hayang lumpat. Langkah jadi asa bareurat. Saya jadi tidak berani melepaskan tendangan. Takut kalau - kalau itu yang sudah mencuat di wilayah pendudukan ikut kelepasan..
MY : Mengapa hayang nagog?
Podols: Nagog di tengah lapang adalah hal yang aib bagi pemain yang berposisi penyerang lubang seperti saya. Staminanya terlihat tidak prima. Tapi mau bagaimana lagi, karena lubang Podolski sudah empod-empodan
MY : Mengapa Podolski empod-empodan?
Podols : Sejak kecil saya saya sudah dipanggil Jang Empod oleh teman main saya. Karena kalau lumpat suka empod-empodan. Tapi itu ada berkahnya. Orang yang lumpatnya empod-empodan katanya menyimpan daya ledak tinggi. Sebenarnya risih juga sih punya nama Podolski. Karena Podolski berkonotasi tidak harum namanya. Saya ingin punya nama seperti Ibu Kita Kartini yang harum namanya.
MY : Mengapa Podolski tidak harum?
Podols: Kalau di Jerman Podolski selalu dikaitkan dengan hal yang berdaya ledak tinggi. Karena itu saya cocok jadi striker, posisi yang butuh daya ledak , bomber alias tukang ngebom. Tapi nama Podolski masih lebih uyuhan daripada Podolskeun. Kalau Podolskeun lebih tidak harum lagi namanya. Menurut Feng Shui malah diramalkan bakal sering kababayan. Saya tidak mau keseringan kababayan.
MY : Mengapa tidak mau sering kababayan?
Podols: Karena kalau keseringan kababayan adalah cikal bakal dari osok kaburusutan.
MY : Mengapa kaburusutan?
Podols: Karena kaburusutan itu seperti rem yang blong. Meluncur bebas hambatan. Seperti tim Indonesia di pertandingan tadi yang kaburusutan tujuh gol tanpa balas. Biar saya cuman mencetak satu gol tapi nyatanya Indonesia kaburusutan tujuh gol.
MY : Mengapa cuman mencetak satu gol?
Podols: Bikin satu gol wae geus dipodol-podol komo deui nyieun sapuluh gol. Teuing podolna siga kumaha! Karunya tim Indonesia..
MY : Mengapa karunya?
Podols: Karena beuki pakburusut! Mun embung kaburusutan, Tim Indonesia kudu nyakuan batu asahan pas maen melawan Arsenal.
MY : Mengapa teu nyakuan batu asahan?
Podols: Itu kesalahan pelatih meracik strategi. Pemain harusnya jangan cuman dilatih menahan laju pemain lawan. Tapi harus dibekali teknik menahan laju yang sudah merengseng kayak gini. Kalau nyakuan batu asahan ceritanya mungkin akan lain.
MY : Mengapa ceritanya akan lain?
Podols: Karena batu asahan rek dibaledogkeun ka hulu maneh!
MY : Mengapa dibaledogkeun ka sirah kuring?
Podols: Karena maneh tunya-tanya wae sedengkeun kuring geus teu kuat hayang geura-geura cingogo di cai. Sieun kaburu ngaburusut..
MY : Naha teu ngajak-ngajak?
Podols: Emangna kuring rek ngajak silaing darmawisata ka Karang Nini?
MY : Mengapa nini aya karangan?
Podols: Sabab eta si nini ngarana Elvi Sukaesih
MY : Naha si nini ngarana lain Nini Carlina?
Podols: Sabab carogena lain Mas Joko Ta'u'u
MY : Naha Mas Joko make ta'u'u'
Podol : Mun Mas Joko ta'e'e' mah ngadadak jadi teu ngeunah aambeuan
MY : Naha nya ngadadak jadi teu ngeunah aambeuan kieu?
Podol : Nya ceuk urang oge .. Maneh mah ah....jadi weh kuring nu pakburusut!

Ekspresi Podolski
Ekspresi kemenangan Podolski setelah keluar dari WC umum. Disurakan dipodol-podol oleh penonton seisi Stadion Senayan, Podolski mengaku terpancing. “Jadi terpancing hayang nagog di WC”, jawab Podolski dengan raut wajah yang lega.


Selasa, 17 Januari 2012

Persib : Podolski tertarik perkuat Persib Bandung

Koeln, Jerman – Mikiran Yayat
Krisis keuangan yang melanda Eropa ternyata tidak hanya berimbas pada sektor ekonomi. Iklim sepakbola Eropa yang terkenal gemerlap dan buricak- burinong bertaburan pemain bintang, ikut terkena imbasnya. Terhitung puluhan klub Eropa terancam bangkrut dan gulung tikar. Presiden UEFA, Michel Platini, khawatir jika masalah ini tidak ditangani serius, dipastikan akan ada ratusan pemain bola di Eropa yang terancam kehilangan pekerjaan mengolah si kulit bundar. “Ini dilema ”, kata Platini. Jika klub gulung tikar maka para pemain akan dihadapkan pilihan mau beralih profesi jadi tukang ngagulung samak di sentra industri kerajinan Rajapolah Tasikmalaya atau jadi tukang nyewakeun samak di tempat wisata Curug Ciomas Maribaya?” tanya Platini. “Pemain yang kehilangan pekerjaan mengolah si kulit bundar juga akan kesulitan disalurkan, karena pabrik kulit di Sukaregang Garut tidak mengolah kulit bundar. Disana hanya mengolah kulit sapi jeung kulit domba”, lanjutnya.

Beberapa klub raksasa Eropa mulai dilanda krisis hutang dan terancam bayang-bayang kebangkrutan. Krisis ini merupakan imbas dari klub yang terlalu jor-joran membeli pemain dengan bandrol mahal pada bursa transfer pemain. “Klub-klub seharusnya menahan diri. Jangan bermimpi membeli Ronaldo jika anggaran klub hanya cukup untuk membeli Widodo Cahyono Putro”, ujar Platini. “Jika bandrol pemain terlalu mahal maka sebaiknya melirik membeli bandros yang lebih murah. Apalagi bandros kalapa parud. Klub juga harus berani mengambil sikap jor-joran  kepada pemain yang tidak memberi kontribusi bagi tim. Pemain yang performanya buruk dititah geura 'jor' arindit balik ka imah..” kata Platini lagi.

Salah satu klub Eropa yang disinyalir akan bangkrut adalah F.C Koeln. Klub Jerman tempat striker kenamaan tim nasional Jerman Lukas Podolski bernaung. Podolski bahkan telah lama dirumahkan dengan mendapat pesangon dan tunjangan. “Nya lumayan lah, dapat tunjangan keju jeung kentang dua kwintal cukup buat makan selama dua bulan”, kata Podolski seraya ngahelas sewaktu diwawancara wartawan Mikiran Yayat pada saat mengambil uang pensiun di salah satu bank milik pemerintah Jerman. Sambil memilih-milih panci dan baskom yang dijajakan pedagang pasar kaget yang digelar di halaman bank setiap uang pensiun dibagikan, Podolski menyampaikan harapannya ; “Saya berharap bisa bermain di klub Indonesia. Saya dengar disana iklim sepakbolanya rame juga. Rame papuket pemainnya, rame pahibut supporternya, juga rame paheuras-heuras sirah pengurusnya..” ujarnya. Ketika ditanyakan perihal liga yang akan dipilih apakah ISL atau IPL, Podolski menjawab ; ”Nya anu mana wae lah. Rek ISL, rek IPL sarua wae. Piraku beda saeutik S jeung P meuni kudu raribut kitu..” jawab Podolski sambil membungkus panci yang dia pilih untuk dibeli. “Dan satu hal lagi”, katanya. “Ini panci keur indung barudak, keur nyeupan kentang “ ujarnya sambil meninggalkan bank untuk menuju tempat kediamannya di Dortmund.

Dalam wawancara selanjutnya di kediamannya, Podolski mengaku sangat tertarik untuk bergabung dengan Persib Maung Bandung. “Saya sudah mendengar banyak tentang Persib, terutama dari manajernya Pa Umuh Muhtar”, ujar Podolski. “Saya tertarik bergabung ke Persib, selain karena Persib adalah klub besar, saya juga ingin mendapat resep dan rahasia besar dari Pa Umuh supaya bisa punya kumis yang besar kayak Pa Umuh”, ujarnya. Namun Podolski mengaku masih ada kendala yang menghalangi dia untuk secepatnya bergabung dengan Persib. “Kendala utama bukan soal bahasa, melainkan masalah nama“ , terangnya. “Saya disarankan untuk mengganti nama di akte kelahiran saya ke kantor camat setempat, karena nama Podolski dinilai berkonotasi tidak harum namanya ”, jelas Podolski bari gogodeg sirah teu ngarti. Dengan berganti nama, Podolski diharapkan menjadi lebih harum namanya, seperti nama ibu kita Kartini yang selalu harum namanya.

Podolski bercerita, setelah diberhentikan dari klubnya, dia sempat menjalani pekerjaan serabutan untuk menyambung hidup. “Saya sempat bekerja serabutan”, kenang Podolski sambil menerawang. “Sempat luntang-lantung dari terminal ke terminal, dari terminal bus Dortmund sampai terminal Leuwi Panjang“, kenangnya. Namun justru perjalanannya ke terminal Leuwi Panjang itulah yang mengilhami dia untuk membuka usaha WC umum. “Saat saya kebelet di terminal, saya prihatin mendapatkan kondisi toilet di terminal-terminal bus di Indonesia yang tidak representatif. Akhirnya saya memutuskan membuka usaha jasa WC umum“. Usaha itu ternyata berkembang pesat. Agar dapat memberikan solusi secara menyeluruh, akhirnya Podolski pun berpikir untuk membuka lini usaha baru. “Agar lebih terintegrasi pasokan dari hulu ke hilir, akhirnya saya membuka usaha yang masih berhubungan dengan core bisnis utamanya, yaitu membuka usaha jasa sedot tinja”, jawab Podolski panjang lebar. Dia berharap usahanya dilirik investor dan berkembang menjadi perusahaan Go Public. “Perusahaan saya pasti akan Go Publik, sebab publik akan selalu cingoGO di tempat usaha saya”.

Podolski mengaku beruntung memiliki keluarga mendukung langkahnya. Meski cukup lama tidak merumput di lapang hijau, Podolski masih tetap menjaga kebugaran fisik dan mengasah teknik bermainnya, sehingga pamornya sebagai penggedor gawang lawan yang berbahaya masih pantas disematkan padanya. Daya gedor itu pula yang menjadi daya jual kepada Persib untuk merekrutnya guna melengkapi lini depan Persib yang daya gedornya dinilai banyak pengamat masih kurang tajam.  “Daya gedor saya di kotak penalti lawan masih terjaga, jadi saya optimis masih bisa memberi kontribusi jika bergabung dengan Persib” kata Podolski. Hal ini dibenarkan oleh ibunya yang kebetulan menemani Podolski saat wawancara berlangsung. “Anak saya memang sudah punya bakat menggedor sejak kecil. Dulu sewaktu dia masih kecil, kalau sudah selesai cingogo di WC suka ngagedor-gedor panto sambil cacalukan : Maa.. atoos..... Maa..ombeeh..” ujar ibunya menutup pembicaraan.



Terkejut dengan kondisi toilet terminal yang tak representatif, 
mengilhami Podolski terjun di bisnis WC umum




Podolski tak hanya mengelola bisnis jasa sedot tinja dari balik meja. 
Podolski pun bersemangat terjun langsung ke lapangan. Namun Podolski
masih mikir-mikir untuk terjun langsung ke lubang septitank


Selasa, 29 Maret 2011

Ekonomi : Meski harga kopi melambung, kopi luwak tetap diminati warga Jerman

Dusseldorf- Mikiran Yayat
Curah hujan yang tinggi akhir-akhir ini membuat produktivitas kopi terhambat. Pasokan kopi dari petani kopi turut tersendat. Akibatnya harga kopi di pasaran semakin melambung tinggi. Berkurangnya pasokan kopi dirasakan juga akibatnya oleh para produsen kopi luwak. Kopi yang dihasilkan dari fermentasi biji kopi yang dimakan dan melewati pencernaan luwak ini semakin langka didapatkan di pasaran. Salah seorang produsen kopi luwak - Icuk Sujatmiko- mengeluhkan kondisi tersebut. “ Kopi luwak sedang langka di pasaran karena kopi yang jadi kadaharan luwak sedang susah didapat..” ujar pria yang menekuni bisnis kopi turun temurun dari keluarga ini. Sempat terpikir oleh Icuk untuk mensiasati mengganti makanan luwak dari biji kopi menjadi biji nangka. Namun niat itu diurungkan karena ternyata tidak semua yang keluar dari bujur luwak itu akan otomatis menjadi kopi. “ Setelah saya coba kasih siki nangka ternyata yang keluar tetap siki nangka. Dikasih siki kadongdong yang keluar tetap siki kadongdong. Yang agak mengherankan adalah ketika luwak dikasih makan suuk ternyata yang keluar seperti bumbu lotek, namun aromanya tercium lebih hangit..” tambahnya. Disamping itu Icuk tidak mau menghancurkan kredibilitas bisnisnya yang sudah dikenal sebagai produsen kopi berkwalitet hingga ke mancanegara sampai ke Mancagahar. Bahkan dia mengaku nama Icuk Sujatmiko yang diberikan orang tuanya itupun mempunyai kaitan erat dengan kopi. “ Nama Icuk Sujatmiko itu kependekan dari Icuk-icuk SUdah ngoreJAT MInum KOpi..” akunya. Mengenai kelangkaan kopi luwak di pasaran yang merepotkan bagi kalangan penikmat kopi, Icuk memberi saran ; “Jangan nyari kopi luwak di pasaran. Karena Pasaran mah paragi ngagotong mayit. Carilah kopi di warung kopi terdekat di lembur anda..” sarannya. 
Kelangkaan kopi luwak dirasakan juga imbasnya ke negeri Jerman yang dikenal sebagai penggila kopi. Lukas Podolski, seorang warga Jerman pemain sepakbola terkemuka yang menjadi andalan tim nasional Jerman turut merasakan kesulitan tersebut. Podolski merupakan salah satu partner bisnis Icuk Sujatmiko yang membuka cabang sendiri di Jerman. “ Untuk bekal di hari tua maka saya menggeluti bisnis ini.” terang Podolski kepada wartawan Mikiran Yayat disela-sela launching brand kopi luwak miliknya di stadion ‘Sich Jalachktung Harupachtung’ - Berlin, yang berjarak sekitar dua tololeun hulu dari gerbang tembok Berlin. “ Pernah saya mencoba bisnis maklun kaos dan sablon berpartner dengan teman saya di Jalan Suci Bandung, namun gagal karena saya kurang ahli dalam ngagesut lekel sablon. Akhirnya saya mencoba menggeluti bisnis kopi ini, ternyata hasilnya sangat menjangjikan..” ujar Podolski. “ Menjangjikan  teu puguh a-ambeuan kanu irung..” lanjutnya sambil mencet liang irung.
Tak ingin masalah kelangkaan kopi luwak ini berlanjut, Podolski mencari cara agar produksi kopi luwak tetap berjalan stabil. Ia berpendapat pola petani kopi di Indonesia perlu di modernisasi dengan sentuhan teknologi. “Perlu dibuat sistem untuk menjaga pasokan kopi luwak tetap terjaga dengan baik. Saya sudah menemukan metode agar luwak produktif menghasilkan kopi.” Podolski menambahkan ia menggunakan metoda ngawewelkeun kopi ka mulut luwak. “Daek teu daek dahar, wewelkeun weh.. Setelah itu kasih obat pencahar Dulcolax, dijamin biji kopi langsung kaluar setengah asak..” lanjutnya. Kabarnya Podolski telah mempatenkan sistem penemuannya itu dengan nama paten 'W&P system' atau 'Wewelskeun & Podolskeun system’.
Podolski melaunching kopi luwak
Striker kenamaan Jerman, Lukas Podolski memamerkan packaging kopi luwak dan luwak peliharaannya saat launching Kopi Luwak produksinya yang diberi merek ' Kopi Luwak Ti Podolski'


Mengawasi Luwak di Pacilingan
Striker kenamaan Jerman Lukas Podolski tertangkap kamera saat sedang mengawasi luwak peliharaannya. Tak hanya memproduksi kopi luwak, Podolski pun rajin memantau dan ngangon luwak peliharaannya. Tampak Podolski sedang mengawasi luwak peliharaannya sambil cingogo di pacilingan. Cara ini menurutnya sangat efektif untuk menetralisir bau kotoran luwak. (tapi jadi bau ku nu boga sorangan - red)