Tampilkan postingan dengan label persib. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label persib. Tampilkan semua postingan
Selasa, 20 Januari 2015
Senin, 19 Januari 2015
Selasa, 17 Januari 2012
Persib : Podolski tertarik perkuat Persib Bandung
Koeln, Jerman – Mikiran Yayat
Krisis keuangan yang melanda Eropa ternyata tidak hanya berimbas pada sektor ekonomi. Iklim sepakbola Eropa yang terkenal gemerlap dan buricak- burinong bertaburan pemain bintang, ikut terkena imbasnya. Terhitung puluhan klub Eropa terancam bangkrut dan gulung tikar. Presiden UEFA, Michel Platini, khawatir jika masalah ini tidak ditangani serius, dipastikan akan ada ratusan pemain bola di Eropa yang terancam kehilangan pekerjaan mengolah si kulit bundar. “Ini dilema ”, kata Platini. Jika klub gulung tikar maka para pemain akan dihadapkan pilihan mau beralih profesi jadi tukang ngagulung samak di sentra industri kerajinan Rajapolah Tasikmalaya atau jadi tukang nyewakeun samak di tempat wisata Curug Ciomas Maribaya?” tanya Platini. “Pemain yang kehilangan pekerjaan mengolah si kulit bundar juga akan kesulitan disalurkan, karena pabrik kulit di Sukaregang Garut tidak mengolah kulit bundar. Disana hanya mengolah kulit sapi jeung kulit domba”, lanjutnya.
Beberapa klub raksasa Eropa mulai dilanda krisis hutang dan terancam bayang-bayang kebangkrutan. Krisis ini merupakan imbas dari klub yang terlalu jor-joran membeli pemain dengan bandrol mahal pada bursa transfer pemain. “Klub-klub seharusnya menahan diri. Jangan bermimpi membeli Ronaldo jika anggaran klub hanya cukup untuk membeli Widodo Cahyono Putro”, ujar Platini. “Jika bandrol pemain terlalu mahal maka sebaiknya melirik membeli bandros yang lebih murah. Apalagi bandros kalapa parud. Klub juga harus berani mengambil sikap jor-joran kepada pemain yang tidak memberi kontribusi bagi tim. Pemain yang performanya buruk dititah geura 'jor' arindit balik ka imah..” kata Platini lagi.
Salah satu klub Eropa yang disinyalir akan bangkrut adalah F.C Koeln. Klub Jerman tempat striker kenamaan tim nasional Jerman Lukas Podolski bernaung. Podolski bahkan telah lama dirumahkan dengan mendapat pesangon dan tunjangan. “Nya lumayan lah, dapat tunjangan keju jeung kentang dua kwintal cukup buat makan selama dua bulan”, kata Podolski seraya ngahelas sewaktu diwawancara wartawan Mikiran Yayat pada saat mengambil uang pensiun di salah satu bank milik pemerintah Jerman. Sambil memilih-milih panci dan baskom yang dijajakan pedagang pasar kaget yang digelar di halaman bank setiap uang pensiun dibagikan, Podolski menyampaikan harapannya ; “Saya berharap bisa bermain di klub Indonesia. Saya dengar disana iklim sepakbolanya rame juga. Rame papuket pemainnya, rame pahibut supporternya, juga rame paheuras-heuras sirah pengurusnya..” ujarnya. Ketika ditanyakan perihal liga yang akan dipilih apakah ISL atau IPL, Podolski menjawab ; ”Nya anu mana wae lah. Rek ISL, rek IPL sarua wae. Piraku beda saeutik S jeung P meuni kudu raribut kitu..” jawab Podolski sambil membungkus panci yang dia pilih untuk dibeli. “Dan satu hal lagi”, katanya. “Ini panci keur indung barudak, keur nyeupan kentang “ ujarnya sambil meninggalkan bank untuk menuju tempat kediamannya di Dortmund.
Dalam wawancara selanjutnya di kediamannya, Podolski mengaku sangat tertarik untuk bergabung dengan Persib Maung Bandung. “Saya sudah mendengar banyak tentang Persib, terutama dari manajernya Pa Umuh Muhtar”, ujar Podolski. “Saya tertarik bergabung ke Persib, selain karena Persib adalah klub besar, saya juga ingin mendapat resep dan rahasia besar dari Pa Umuh supaya bisa punya kumis yang besar kayak Pa Umuh”, ujarnya. Namun Podolski mengaku masih ada kendala yang menghalangi dia untuk secepatnya bergabung dengan Persib. “Kendala utama bukan soal bahasa, melainkan masalah nama“ , terangnya. “Saya disarankan untuk mengganti nama di akte kelahiran saya ke kantor camat setempat, karena nama Podolski dinilai berkonotasi tidak harum namanya ”, jelas Podolski bari gogodeg sirah teu ngarti. Dengan berganti nama, Podolski diharapkan menjadi lebih harum namanya, seperti nama ibu kita Kartini yang selalu harum namanya.
Podolski bercerita, setelah diberhentikan dari klubnya, dia sempat menjalani pekerjaan serabutan untuk menyambung hidup. “Saya sempat bekerja serabutan”, kenang Podolski sambil menerawang. “Sempat luntang-lantung dari terminal ke terminal, dari terminal bus Dortmund sampai terminal Leuwi Panjang“, kenangnya. Namun justru perjalanannya ke terminal Leuwi Panjang itulah yang mengilhami dia untuk membuka usaha WC umum. “Saat saya kebelet di terminal, saya prihatin mendapatkan kondisi toilet di terminal-terminal bus di Indonesia yang tidak representatif. Akhirnya saya memutuskan membuka usaha jasa WC umum“. Usaha itu ternyata berkembang pesat. Agar dapat memberikan solusi secara menyeluruh, akhirnya Podolski pun berpikir untuk membuka lini usaha baru. “Agar lebih terintegrasi pasokan dari hulu ke hilir, akhirnya saya membuka usaha yang masih berhubungan dengan core bisnis utamanya, yaitu membuka usaha jasa sedot tinja”, jawab Podolski panjang lebar. Dia berharap usahanya dilirik investor dan berkembang menjadi perusahaan Go Public. “Perusahaan saya pasti akan Go Publik, sebab publik akan selalu cingoGO di tempat usaha saya”.
Podolski mengaku beruntung memiliki keluarga mendukung langkahnya. Meski cukup lama tidak merumput di lapang hijau, Podolski masih tetap menjaga kebugaran fisik dan mengasah teknik bermainnya, sehingga pamornya sebagai penggedor gawang lawan yang berbahaya masih pantas disematkan padanya. Daya gedor itu pula yang menjadi daya jual kepada Persib untuk merekrutnya guna melengkapi lini depan Persib yang daya gedornya dinilai banyak pengamat masih kurang tajam. “Daya gedor saya di kotak penalti lawan masih terjaga, jadi saya optimis masih bisa memberi kontribusi jika bergabung dengan Persib” kata Podolski. Hal ini dibenarkan oleh ibunya yang kebetulan menemani Podolski saat wawancara berlangsung. “Anak saya memang sudah punya bakat menggedor sejak kecil. Dulu sewaktu dia masih kecil, kalau sudah selesai cingogo di WC suka ngagedor-gedor panto sambil cacalukan : Maa.. atoos..... Maa..ombeeh..” ujar ibunya menutup pembicaraan.
![]() |
Terkejut dengan kondisi toilet terminal yang tak representatif,
mengilhami Podolski terjun di bisnis WC umum |
![]() |
Podolski tak hanya mengelola bisnis jasa sedot tinja dari balik meja.
Podolski pun bersemangat terjun langsung ke lapangan. Namun Podolski
masih mikir-mikir untuk terjun langsung ke lubang septitank |
Sabtu, 09 April 2011
Persib: Mental bertanding rapuh , Persib kembali berlatih di Subang
Subang, Mikiran Yayat
Khawatir dengan performa timnya yang masih belum memuaskan, pelatih Persib Daniel Roekito memutuskan untuk kembali mengadakan pemusatan latihan di Subang. Pada pemusatan latihan kali ini tim pelatih Persib akan menitik beratkan membenahi masalah mental pemain yang dinilai masih lemah dalam setiap pertandingan kandang maupun tandang. “Jangankan pertandingan tandang, bermain di kandang sendiri saja mental pemain masih rapuh, apalagi bermain di kandang lawan dan kandang oray kobra” kata Daniel Roekito yang ditemui wartawan Mikiran Yayat saat berlibur di kebon binatang Bandung kedapatan sedang maraban suuk di kandang gajah. Untuk membenahi mental pemain yang mudah kendor, Daniel Roekito akan menjalankan program latihan khusus. “ Makanya anak-anak saya bawa latihan ke Subang. Saya akan benahi mental bertandingnya supaya tidak epes me-er dan kumeok memeh dipacok hayam sakalor” jelas Daniel. “Agar mentalnya kuat saat bertanding di kandang sendiri dan kandang lawan, para pemain akan saya bawa latihan di kandang buaya ke Blanakan Subang ” lanjutnya lagi. Sebelum berangkat ke Subang, Daniel Roekito tak lupa berpesan kepada bobotoh Persib yang mengerumuninya. “Untuk para bobotoh saya berpesan, berikanlah dukungan yang tertib dan positif. Jagalah selalu sopan-santun saat mendukung tim kesayangannya bertanding. Omat, jangan selalu bicara unyang-anying di jalan, di dalam stadion, apalagi di kandang bagong di Jodam arena adu bagong.. bisi disangka anjing herder lawan separingnyah..” ujar Daniel sambil meninggalkan kandang uncal menuju kandang oray kadut. Terkait dengan program latihan di kandang buaya, Daniel Roekito berencana akan merekrut kembali satu orang asisten pelatih. “Khusus untuk latihan di kandang buaya tak mungkin mengandalkan asisten pelatih Robby Darwis seorang. Saya akan merekrut asisten yang mengerti buhaya. Saya akan panggill Crocodile Dundee jadi asisten. Tapi kalau harganya kemahalan, pakai Panji Sang Penakluk juga bisa”. Asisten pelatih Persib, Robby Darwis membenarkan tentang rencana itu. “Sebaiknya merekrut asisten baru. Saya tak sanggup menghadapi buhaya sendirian. Meskipun saya teriak ka buaya ‘ halik ku aing’, tapi teu ngaruh, malah buayanya ngabales ‘hakan ku aing’..”
Daniel berharap cuaca kota Subang yang panas dan penghasil buah ganas akan mendukung meningkatkan performa timnya. “Harapannya dengan berlatih di kota Subang yang panas dan penghasil ganas, para pemain pun akan ikut menjadi ganas” . Daniel memberi garansi timnya akan bermain dengan ganas di setiap pertandingan. Sebab manajer Persib H.Umuh Muhtar sudah memesan ganas satu treuk buat komsumsi saat istirahat, dan menjangjikan bonus jika Persib menang. “ Kalau menang akan saya kasih ganas dua karung sewang. Kalau kalah wayahna harus mesekan miceun korong ganas dua kwintal sewang..” kata H. Umuh sambil merapikan kumisnya.
Langganan:
Postingan (Atom)








