Tampilkan postingan dengan label film. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label film. Tampilkan semua postingan

Rabu, 29 Februari 2012

Resensi Film : Akting memukau Meryl Streep di “The Iron Lady” memang layak buahkan Oscar

Los Angeles, Mikiran Yayat
Akting gemilang aktris kawakan Meryl Streep di film “The Iron Lady” berhasil membuahkan piala Oscar. Sebagaimana yang sudah diprediksikan oleh pengamat film dan tukang rental CD di seluruh dunia, peran Meryl Streep sebagai mantan perdana menteri Inggris – Margaret Thatcher, diunggulkan menjadi pemenang katagori aktris terbaik Oscar tahun ini . Film “Iron Lady” diangkat dari kisah perjalanan hidup perdana menteri wanita pertama Inggris yang dijuluki “wanita besi”. Walaupun tidak ada dalam catatan sejarah Margaret Thatcher itu turunan orang Panjalu yang banyak jadi pengusaha besi rongsok di pasar Jatayu, namun film ini memberi penanda yang jelas pada fase-fase penting perjalanan hidup dan karir politik Thatcher. Anda yang se-jaman dengan Menteri Penerangan Harmoko menyampaikan laporan khusus, akan merasa waas dan teringat acara “Dunia dalam Berita” TVRI, saat melihat cuplikan-cuplikan film hitam putih di film ‘Iron Lady’ tentang perang Malvinas antara Inggris melawan Argentina. Pikiran Anda akan terkenang ke masa kejayaan anda dulu saat memangkas rambut dengan potongan buuk Duran – duran yang jadi kojo buat menggaet nona-nona di era 80’an. Anda pun akan disadarkan bahwa Malvinas itu bukan cuma nama warung baso. Malvinas pun bukan sekedar 'malu – malu tapi ganas' seperti yang ternukil dalam lagu ciptaan Obbie Messakh yang dibawakan Heidy Diana. Anda juga akan kembali diingatkan bahwa setelah laporan khusus Harmoko, ada acara yang selalu anda nanti-nanti meski harus menahan tunduh jeung lelengutan nungguan Harmoko pidato, yaitu acara “Kamera Ria” dan “Aneka Ria Safari” yang dibawakan artis-artis Safari dibawah asuhan Edi Soed.

Peran watak Meryl Streep memang selalu memukau. Melampaui akting muka lempeng Harmoko di 'Laporan Khusus' yang bisa membuat pemirsa aral dan putus asa berharap ‘Laporan Khusus’ dan Harmoko segera berakhir. Dalam Nominasi peraih Oscar, Meryl Streep nyaris tidak punya lawan sepadan. Mungkin aktingnya Paramitha Rusady yang penuh penghayatan di sinetron ‘Jangan Bubut Suamiku’ yang terkenal di era 90’an, bisa dinilai mendekati. Walau masih diperdebatkan apakah yang dibubut Suaminya Paramitha Rusady itu kusen panto atau malah ngabubut beusi as roda beca nu nyengled sabeulah? Latar belakang kisah ‘The Iron Lady’ sendiri akan menggali banyak pertanyaan bagi pemirsanya. Namun hal itu tertutupi oleh akting Streep yang gemilang memerankan Tatcher si wanita besi . Pertanyaan yang bergelayut di benak penonton semisal : apakah benar Margaret Thatcher itu punya hubungan nini ti gigir dengan Haji Sobur pengusaha beusi rongsok asal Panjalu di Pasar Jatayu? Atau masih ada hubungan pancakaki kah Tatcher sang iron lady, dengan Bi Ijoh tukang ngistrika baju di kos-kosan Jatinangor? Begitu pula dengan pertanyaan setrikaan merek apa yang dipakai sang Iron Lady buat ngistrika jas blazer yang dia pakai untuk bertemu Ratu Elizabeth, juga kabaya jeung samping kebat yang dia pakai untuk bertemu Ratu Pantai Selatan? Pertanyaan–pertanyaan tersebut tidak digali lebih dalam oleh pembuat skenario film ini, karena memang daripada cape-cape menggali cerita lebih baik menggali sumur artesis nu hasilna geus puguh mangfaat keur jaman kiwari nu keur hese cai.

Dari sisi sinematografis “The Iron Lady” sangat cekas dan bengras. Jangan bandingkan kualitas gambarnya dengan video klip Darso yang dibikin dengan handycam di terminal Soreang. Meskipun secara ending video klip Darso jauh lebih dramatis karena sehabis syuting semua yang terlibat dalam proses produksi langsung digelandang ku Tibum akibat dianggap mengganggu ketertiban umum. Namun “The Iron Lady” pun menyajikan banyak sisi dramatis tentang gambaran Margaret Tacher di masa tuanya yang kerap merasa kesepian dan sering berhalusinasi. Si Wanita besi yang dulunya jagjag waringkas jeung tara kumeok memeh dipacok, justru digambarkan sangat rapuh di masa tuanya. Dulu, jangankan jeger Cicadas, Presiden Argentina pun diajak perang oleh Tatcher. Namun di masa tuanya Tatcher berbalik 180 derajat. Bisa jadi itu pesan utama yang ingin disampaikan film ini , yaitu  kudu mikanyaah ka kolot. Najan ayeuna pas keur ngora urang jagjag waringkas jeung gagah kawentar gelap.  Ulah osok popoyok ka Nini Oyoh nu huntuna ompong, jeung  moyok ka Aki Omo nu leumpangna rampeol. Da enke geus kolot mah urang sarerea bakal sarua kitu oge.

Kampanyeu Tatcher di "The Iron Lady"
Salah satu adegan dalam “The Iron Lady” saat Meryl Streep yang memerankan Margaret Tatcher sedang melakukan kampanye untuk menjadi calon perdana menteri dari Partai Buruh. Selain menjadi politikus partai buruh, Margaret Tatcher selalu memakai setrika areng yang hemat energi  saat melakukan usaha sampingan buburuh ngistrika baju.

Rabu, 02 Maret 2011

Film : Piala Oscar 2011, ajang yang dipenuhi kontroversi

California , Mikiran Yayat
Berbagai kejutan terjadi pada puncak penghargaan tertinggi di Academy Awards 2011 di California. Kejutan pertama adalah soal tempat penyelenggaraan acara di Kodak theatre yang terkena imbas badai Katrina. Diusulkan lokasi acara dipindahkan dari California ke Kalipah Apo. Namun usul ini jelas-jelas ditolak dengan alasan jalan Kalipah Apo suka macet saat jam makan siang oleh antrian orang yang beli dan pesen lotek. Akhirnya acara diputuskan tetap diadakan di Kodak Theatre walaupun saat acara berlangsung tampak disana-sini berserakan baskom keur namper bocoran cai hujan. Kejutan lainnya adalah tentang penamaan piala Oscar yang diperdebatkan para penggemar ikan hias karena dianggap sudah kadaluarsa dan turun pasarannya. Sebagaimana kita tahu nama Oscar diambil dari ikan piaraan di akuarieum pemilik bioskop 'Regent' . Bioskop 'Regent' adalah bioskop 'Rek girimis ge nagent' - yang bersaing dengan bioskop 'Misbar' alias girimis bubar  yang merupakan bioskop kenamaan  di era 1920-an. Nama Oscar dianggap sudah tidak menjual sejak kemunculan ikan cupang dan ikan lohan. Namun lagi-lagi usulan ini ditolak karena khawatir jika suatu saat nanti ikan betok  pasarannya naik maka ajang bergengsi ini akan berganti menjadi ‘Piala betok’ (jadi teu gaya – red).
Kejutan juga terjadi di luar penyelenggaraan acara. Para nominator yang digadang-gadang akan menggondol piala oscar, ternyata tak ada satupun yang mampu menggondol pialanya karena semua piala sudah digondol ku garong. Pihak polisi California mengaku kecolongan. Peristiwa yang terjadi persis seperti cerita yang sering terlihat di film-film Holywood. Untung saja ada polisi berpakaian preman yang moal paeh-paeh sanajan dibedil sataker-kebek oge. Polisi yang belakangan ini diketahui bernama Bruce Willis itu berhasil menggagalkan perampokan oleh perampok yang belakangan ini juga diketahui bernama Chuck Norris. Wartawan kami yang sempat mewawancarai Bruce Willis perihal perampokan itu hanya mendapat jawaban singkat, “ Yippi-yippi-kayyey..”. Hal yang sama juga kami dapatkan dari Chuck Norris yang hanya memberi jawaban singkat,“ You are nexttt..!!.” sambil sosorongot jeung poporongos ngacungkeun curuk ka muka wartawan kami.
Namun kejutan yang sesungguhnya terjadi di ajang penganugerahan piala oscar. Diluar dugaan, beberapa nominator yang dijagokan menjadi pemenang justru kandas. Aktris cantik Natalie Portman yang bermain cemerlang di film 'Black Swan' (yang di Indonesia diterjemahkan menjadi 'entog hideung' ) berhasil menyingkirkan aktris watak senior Madame Nory yang juga bermain gemilang di film 'Black pig'  (di -Indonesiakan jadi 'bagong hideung'). Madame Nory, aktris yang kerap dipanggil Mpok Nori ini kalah secara menyakitkan dalam persaingan terketat sepanjang sejarah piala oscar. Film 'Black Pig' tersingkir karena dinilai para juri film tersebut menyadur film 'The Polish Pig' ('Babi Ngepet') yang pernah menang di ajang yang sama. Selain itu para juri menilai film 'Black Swan' unggul lebih panjang dalam durasi film daripada film 'Black Pig'. Namun Madame Nory mensinyalir ada faktor subjektifitas dalam penilaian. “Saya menduga para juri menilai bukan berdasarkan panjang - pendeknya durasi film. Melainkan berdasarkan panjang-pendeknya hidung pemain film... Kalau dibandingkan dengan Si Natalie Portman mah jelas- jelas irung sayah leuwih pondok atuh..” kata Madame Nory dengan muka sedikit napsu.
Bukan hanya di katagori aktris terbaik saja terjadi kontroversi. Ua Kepoh yang diunggulkan di katagori pengisi suara bangkong terbaik ternyata dikalahkan oleh Ua Kemod yang merupakan pendatang baru. Hal ini menuai kontroversi akibat ketidakjelasan para juri membuat kriteria penilaian karena ada dua jenis suara bangkong yang diperlombakan. Yang pertama yaitu suara bangkong korodok, dan yang kedua adalah suara bangkong katincak.  Disamping itu Ua Kemod sudah terpilih menjadi nominasi aktor pendatang baru terbaik. Terpilihnya Ua Kemod menjadi nominator katagori pendatang daru terbaik ini juga menuai kontoversi karena jelas-jelas Ua Kemod bukan pendatang baru di ajang ini. Dia sudah datang jauh-jauh hari di California sebulan sebelum acara berlangsung. Yang dinilai pantas masuk nominator di katagori pendatang baru terbaik adalah Alex komang dan Nurul Arifin karena mereka berdua membintangi film 'Pacar Ketinggalan Kereta' yang membuat mereka baru sampai di perhelatan acara satu jam sebelum acara dimulai akibat katinggaleun kareta. Berhubung para juri tak kunjung mencapai kata sepakat maka akhirnya pemenang diputuskan dengan cara dicentring.









Aktris kawakan Madame Nory berjalan di red carpet di ajang Academy Awards 2011


Madame Nory melakukan protes diatas panggung,
meminta lain kali penjurian dilakukan lebih transparan