Selasa, 01 Mei 2012

Kriminal : Kawanan perampok kuras toko peuyeum di Padalarang


Tagog Apu, Mikiran yayat
Perampokan kembali terjadi di sebuah toko peuyeum di daerah Tagog Apu Padalarang. Kejadian nahas ini diperkirakan terjadi pada Selasa sekitar jam 2 dini hari, saat suasana jalan raya yang membelah gunung kapur antara Padalarang dengan Cianjur itu sepi dan poek mongkleng. Seorang penjaga toko disekap dan diancam dibawah todongan senjata tajam. Penjaga yang diketahui bernama Ujang Ajun (22) membeberkan peristiwa itu kepada pihak yang berwajib. Menurut keterangan Ujang, peristiwa perampokan terjadi begitu cepat. Para pelaku terlihat sangat berpengalaman, profesional, dan berbeungeut antagonis. “Awalnya seorang pelaku mengetuk kentongan cabe yang dipajang didepan toko. Karena selain jualan peuyeum, toko ini juga jualan kentongan, kukudaan, dan cengcelengan. Pintu saya buka karena saya mengira yang ngetuk kohkol itu rombongan tukang ronda yang mau ngajak saya maen gapleh. Namun tiba-tiba seorang rekan perampok itu langsung masuk menghampiri saya dan menodongkan senjata tajam di depan irung saya”, kata Ujang Ajun bari ungsrak-ingsreuk teuing pedah hayang ceurik atawa ungsrak-ingsreuk pedah keur pilek .

 “Saya sudah curiga kalau orang itu berniat jahat. Sebab sebelum masuk toko, perampok itu sudah mengucapkan niat : Niat abdi bade ngarampok toko peuyeum  wengi ieu. Sing beunang duitna – sing teu kaberik ku polisina..” jelas Ujang lagi. Sebenarnya Ujang berniat untuk melawan para perampok itu, namun apa daya todongan senjata tajam mengurungkan niatnya. “ Saya juga sudah berniat melawan. Sudah memegang panakol kohkol dan mengucap niat : Niat abdi bade ngalawan nu ngarampok . Sing katangkis bedogna – sing beunang dibabuk beungeut antagonisna..”. Namun perampok berhasil menggagalkan niat Ujang. Sambil menangkis, perampok itu  juga  mengucap niat : Niat abdi bade nangkis panakol kohkol. Sing katewak jelemana – sing teu walakaya dicangcang di kukudaanana” Ujar perampok sambil mengikat Ujang di kukudaan yang dipajang di toko dan menyumpal mulut Ujang dengan peuyeum.

Sementara itu Kapolres Tagog Apu – AKBP Tuan Takur Salikur, menyatakan kasus perampokan ini merupakan kasus yang unik. “ Ini kasus unik. Baru kali ini saya melihat perampok menyumpal korbannya dengan peuyeum. ”. Kata Tuan Takur sambil memulir-mulir kumis baplangnya. “Di film koboy mah biasanya korban disumpal sama sapu tangan atau taplak meja”, lanjut Tuan Takur lagi. Namun Tuan Takur bertekad akan mengusut tuntas kasus ini. “Saya akan mengusut kasus ini sampai tuntas” kata Tuan Takur sambil meminta Ujang Ajun juga turut menyusut yang keluar dari irungnya akibat ungsrak-ingsreuk wae. Tuan Takur sendiri mengkhawatirkan proses penyelidikan akan mendapat hambatan. “Saya khawatir proses penyelidikan akan berjalan lamban karena kita tidak dapat mengirimkan anjing pelacak kesini”, kata Tuan Takur. Ketika ditanyakan perihal kendala pihak kepolisian hingga tidak dapat mengirim anjing pelacak ke Tagog Apu, Tuan Takur menjawab ; “ Anjing pelacak teu bisa dibawa ke Tagog Apu, soalnya moal  wanieun kaluar kandang sabab sieun ningali cengcelengan maung nu ngajajar disisi jalan. Sieun dirontok maung..” jelas Tuan Takur sambil terus berkoordinasi dengan jajarannya melalui radio hatong yang terpasang di pundaknya.

Kerugian toko akibat perampokan itu ditaksir ; uang sejumlah Rp.1.000.000, satu bungkus roko Ji Sam Su dan korek bensin Tokai, sebuah kentongan semar dengan panakolnya, 5 buah kukudaan berpolet zebra, 10 buah momobilan treuk Fuso-fusoan, 20 buah cengcelengan maung, dan dua kwintal peuyeum setengah asak. Sementara itu Pa Odo - pemilik toko peuyeum, mengaku menyerahkan sepenuhnya penanganan kasus ini kepada pihak yang berwajib. Dia mengaku pasrah dengan sejumlah kerugian yang dideritanya dan berharap pihak kepolisian berusaha sekuat tenaga menangkap pelakunya agar masyarakat merasa tentram dan terhindar dari aksi kriminalitas yang akhir-akhir ini kian marak dan tidak pandang bulu. “Para penjahat itu sama orang yang punya pangkat saja berani apalagi sama tukang peuyeum seperti saya”, kata Pa Odo. “Tapi yang penting mah si Ujang salamet. Yang saya sesalkan justru buat apa saya memajang cengcelangan maung banyak-banyak tapi ngajedog wae teu bisa dititah keur ngudag bangsat. Isukan mah kuring rek majang maung beneran..” ujar Pa Odo sambil menelepon pawang macan dari Taman Safari.
Penyelidikan perampokan toko peuyeum di Padalarang berjalan 
tidak lancar karena anjing pelacak lebih tertarik ngambeu bau
 peuyeum daripada mengendus jejak perampok

4 komentar:

  1. sabulan sakali ieu teh terbitna mang?

    BalasHapus
  2. hahahaha, sayah bingung kudu nyarios naon, titatadi abi sareng rerencangan meni babalakatakan seuri, pokona mah KEEP POSTING

    BalasHapus
  3. kangen mang yayat euy..... hayoh tuh mang...posting deui ateuh

    BalasHapus